Ilustrasi: Dompet Dhuafa Riau bekerja sama dengan Mall Living World, Max Fashion dan Dompet Dhuafa Volunteer Riau mengadakan kegiatan Belanja Berkah bersama Yatim di Mall Living World, Pekanbaru, Riau, Rabu (12/4/2023). (Foto: DD Riau)

ZNEWS.ID JAKARTA – Rasa sedih seringkali menghampiri ketika melihat sosok anak anak yatim yang kekurangan kasih sayang. Mereka terlihat kuat di luar, namun dalam hati kecilnya, mereka rindu sosok ayah.

Seringkali mempertanyakan dalam diri, bagaimana cara menyayangi anak yatim? Seperti apa Islam mengajarkan kita menyayangi anak yatim? Mari bersama-sama kita belajar menyayangi anak yatim menurut ajaran Islam.

1. Berbuat Baik

Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisa ayat 36:

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Berdasarkan firman Allah SWT di atas, kita harus berbuat baik terhadap anak yatim. Rasa ingin berbagi terhadap anak yatim seharusnya kita miliki.

Dorongan untuk membagikan kasih sayang bisa berupa memberikan santunan, makanan, bahkan menganggap anak yatim tidak sebelah mata. Betapa Allah SWT meninggikan derajat hamba-Nya yang berbuat baik terhadap anak yatim.

2. Jangan Sewenang-wenang

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ

“Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.” (QS Ad-Duha 93:9)

Sebagaimana Islam memuliakan anak yatim, kita tidak boleh berlaku sewenang-wenang kepada anak yatim. Kita dianjurkan untuk menebarkan kebaikan dan kasih sayang.

LEAVE A REPLY