Ilustrasi Waspadai Penyakit Diabetes di Usia Muda. (Foto: istockphoto)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam, dr Hemi Sinorita SpPD KEMD FINASIM, mengingatkan bahwa gaya hidup kurang gerak atau sedentary lifestyle, terutama yang kerap terjadi pada kelompok dewasa muda, dapat menimbulkan risiko penyakit diabetes.

“Bisa sekali meningkatkan risiko diabetes karena sedentary lifestyle. Jadi, kalau sedentary lifestyle itu, kan, orangnya tidur, makan, tidur, makan,” kata dokter dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta itu dilansir dari Antara, Senin (14/11/2022).

Hemi menjelaskan bahwa gaya hidup kurang gerak dapat berujung pada kondisi kegemukan atau obesitas yang kemudian berkembang menjadi penyakit diabetes. Ketika seseorang sudah kegemukan, maka kerja hormon dan enzim yang terkandung di dalam tubuh dapat terganggu.

Hemi menuturkan bahwa penyakit diabetes dapat dialami oleh siapapun, tidak hanya kelompok dewasa dan lanjut usia, tetapi juga kelompok usia muda. Menurut pengamatannya, saat ini terjadi peningkatan jumlah penderita diabetes pada usia muda.

“Penyebabnya itu, ya, sebagian besar kalau yang usia muda ini, di luar yang karena faktor genetik, karena pola hidup yang berubah sekarang ini,” katanya.

Ia merujuk data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat bahwa sebanyak 0,1 persen penderita diabetes berasal dari kelompok usia 15-24 tahun.

Walau angka tersebut rendah, Hemi mengingatkan bahwa data tersebut hanya menunjukkan kasus diabetes yang dilaporkan ke fasilitas kesehatan (faskes). Sisanya, masih banyak penderita yang tidak melapor ke faskes.

“Laporan Riskesdas itu juga ada menyebutkan bahwa masyarakat kita itu jarang memeriksakan ke fasilitas kesehatan, entah itu Puskesmas apalagi sampai rumah sakit, untuk menilai apakah ‘Saya sehat atau tidak’,” katanya.

LEAVE A REPLY