Ilustrasi wakaf. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID JAKARTA – Amal jariyah adalah amalan yang tidak akan putus pahalanya, walaupun kita sudah meninggal dunia sekalipun. Seperti yang disampaikan Rasulullah SAW dalam hadis, “Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.” (HR Muslim)

Salah satu amal jariyah yang sering kali disebut, dipelajari, dan dipraktikkan oleh umat Islam adalah wakaf. Wakaf secara umum merupakan amalan dengan bentuk menyerahkan harta kita dalam bentuk uang atau barang atau aset tertentu.

Perbedaanya dengan zakat, infak, atau sedekah, harta wakaf nilai pokoknya harus tetap ada dan tidak boleh hilang. Karena nilai pokoknya tetap ada, harta atau aset wakaf tentu bisa menghasilkan pemasukan atau penghasilan yang bersifat terus menerus dan juga rutin.

Ilustrasi wakaf uang. (Foto: kemenkopmk.go.id)

Contoh Amalan Wakaf

Contohnya, seseorang memberikan uangnya untuk wakaf. Uang ini kemudian diberikan melalui nazir wakaf (pengelola) untuk dijadikan sebagai bangunan rumah sakit, yang nantinya akan digunakan untuk dhuafa.

Wakaf ini disebut juga dengan wakaf melalui uang. Namun, uang tersebut akan digunakan dalam bentuk aset yang sampai akhir, tidak boleh hilang pokoknya. Pokok di sini berarti bangunan asalnya.

Selama rumah sakit ini beroperasi dan manfaatnya dirasakan oleh orang lain, maka orang yang berwakaf tentu akan mendapatkan pahala kebaikannya terus-menerus.

Contoh lain, seseorang mewakafkan ladang perkebunan nanas untuk dhuafa. Ladang perkebunan tersebut dipelihara oleh orang yang ahli dalam pekerjaannya.

BACA JUGA  Berkah 27 Tahun : Baru Buka, Bengkel Pro Matic Dompet Dhuafa Sudah Diserbu Pelanggan

LEAVE A REPLY