
TB disebabkan ingeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui percik renik saat bersin/batuk, berbicara, menyanyi.
Karakteristik umum bakteri ini antara lain dapat bertahan di benda mati selama berbulan-bulan, jika tidak terpajan sinar matahari, kemudian dapat dimatikan dengan pemanasan 60 derajat Celcius selama 4 menit, serta dapat dinonaktifkan dengan desinfektan yang mengandung klorin (misalnya hipoklorit), alkohol dan chlorohexidine.
Dimas mengatakan, siklus penularan TB dimulai saat bakteri M. tuberculosis yang masuk ke paru-paru, kemudian terjadi respon sel imun makrofag paru-paru yang kemudian menginaktivasi bakteri.
Setelahnya, timbul kekebalan primer yang ditandai tes Mantoux positif. Namun saat kekebalan turun, bakteri TB dapat kembali aktif, menyebar ke seluruh tubuh.
Menurut Dimas, udara menjadi media transmisi penyakit, sehingga secara umum tidak steril karena bisa saja dapat mengandung percik renik yang dihasilkan ketika berbicara, menyanyi, bersin, debu dan spora jamur.
Menurut Permenkes No.1077 Tahun 2011 terkait Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah), terdapat parameter kontaminan biologi dalam rumah yang mengindikasikan kondisi kualitas biologi udara dalam rumah yaitu jamur dengan kadar maksimal yaitu 0 CFU/m3, bakteri patogen maksimal 0 CFU/m3, dan kuman yaitu yaitu <700 CFU/m3.
“Jadi, jika di rumah kita ada kuman sebenarnya tidak apa-apa, yang tidak boleh yaitu patogen dan jamur,” tutur dia.
Selain tuberkulosis, beberapa penyakit yang juga dapat menular melalui udara yakni varicella (cacar air), measles (campak), Covid-19 dan virus respiratori lain semisal influenza.





























