
GeMa CerMat bertujuan meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat secara benar serta meningkatkan penggunaan obat secara rasional.
“Advokasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, optimalisasi tenaga kesehatan. Berbagai sisi, dari tenaga medis termasuk peranan masyarakat melalui cara belajar aktif,” tutur Imran.
Imran menjelaskan, resistensi antibiotik merupakan kondisi saat bakteri bertahan hidup dari serangan antibiotik yang sebenarnya berfungsi mengatasi infeksi bakteri penyebab penyakit serius seperti diare parah.
Dalam sejumlah kasus, kondisi ini sulit disembuhkan dan memerlukan perawatan di rumah sakit serta biaya pengobatan yang lebih mahal.
“Pembiayaan jadi meningkat, ini dampak besar penggunaan obat yang sebabkan resisten. Pengobatan jadi lebih mahal dari antibiotik sebelumnya,” kata Imran.
Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan rekomendasi dokter (overuse & misuse) merupakan salah satu penyumbang terbesar angka resistensi antimikroba (AMR) di dunia kesehatan.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan antibiotik meningkat 91 persen secara global dan meningkat 165 persen di negara-negara berkembang pada periode 2000 – 2015 sehingga menjadikan AMR salah satu dari sepuluh ancaman kesehatan global yang paling berbahaya di dunia.
Editor: Agus Wahyudi
Sumber: Antara





























