Ilustrasi Bakteri. (Foto: ISTOCK/GAETAN STOFFEL)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi meningkatkan kebutuhan energi dalam semua proses produksi. Sebagai solusi untuk mengatasi krisis energi, terus dilakukan upaya untuk menemukan sumber-sumber baru yang ramah lingkungan, termasuk dari bakteri.

Semakin terbatasnya sumber energi fosil mendorong para peneliti untuk mengembangkan energi listrik alternatif, salah satunya dengan menggunakan mikroorganisme.

Microbial Fuel Cell (MFC) adalah teknologi yang menghasilkan arus listrik melalui proses elektrokimia yang mereaksikan gas hidrogen dan oksigen. Bakteri mampu mengkatalis bahan organik dalam limbah lingkungan untuk menghasilkan elektron.

Nur Syafira Khoirunnisa, postdoctoral di Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, menyatakan pentingnya teknologi Microbial Fuel Cell untuk menghasilkan energi, biosensor, dan pengolahan air limbah. Teknologi ini, kata dia, sangat menjanjikan untuk mengatasi krisis energi di masa depan.

“MFC adalah sistem bioelektrokimia yang mengubah energi kimia dari substrat organik menjadi energi listrik melalui reaksi reduksi oksidasi (redoks). Secara sederhana, teknologi ini memanfaatkan mikroba dalam medium organik dan mengubahnya menjadi energi listrik,” jelas Syafira.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan bakteri menghasilkan listrik berasal dari proses metabolisme mereka. Bakteri dapat mendegradasi medium organik dan mentransfer elektron melalui metabolisme organik ke elektroda.

Yustian Rovi Alfiansah, Ketua Kelompok Riset Mikroba untuk Produktivitas Ekosistem di Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, menambahkan bahwa pemanfaatan MFC di bidang pertanian, budidaya perikanan, dan pengolahan limbah dapat sejalan dengan penemuan sumber listrik baru.

BACA JUGA  Zona Madina Serahkan Surplus Pengelolaan Aset Wakaf kepada Dompet Dhuafa

LEAVE A REPLY