Distribusi Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa menyasar wilayah minoritas muslim di dataran tinggi Desa Barusjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Selasa (18/6/2024). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID KARO – Belum hilang perasaan terombang-ambing di atas perahu, Tim Tebar Hewan Kurban (THK) Sumatra Utara sudah langsung dihadapkan dengan jalan pegunungan yang berliku-liku.

Di hari kedua pelaksanaan kurban, Selasa (18/06/2024), distribusi THK menyasar wilayah minoritas muslim di dataran tinggi Desa Barusjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Ini menjadi kendala, namun juga penyemangat tim THK.

Di sepanjang perjalanan menuju titik lokasi penyembelihan, terpatri kokoh bangunan-bangunan mewah bersimbol salib di atasnya.

Bagi yang tidak familiar dengan corak bangunan ini, mungkin akan mengira ini adalah rumah ibadah, ataupun rumah warga.

Distribusi Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa menyasar wilayah minoritas muslim di dataran tinggi Desa Barusjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Selasa (18/6/2024). (Foto: Dompet Dhuafa)

Ternyata, itu adalah kijing makam atas orang-orang batak yang berstatus sosial tinggi. Hampir di setiap sepuluh meter perjalanan terdapat makam berkijing serupa ini, baik di kanan maupun kiri jalan.

“Di Tanah Karo ini, memang muslim adalah minoritas. Mungkin hanya 20 persennya saja yang muslim. Itu pun sebagiannya adalah pendatang,” tutur Ustaz Pengky, Corp Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) yang saat itu sedang ditugaskan di sana.

Hadirnya kurban di Barusjahe ini menjadi penguat hangatnya hubungan antar umat beragama. Ini juga menjadi simbol adanya nilai sosial dalam ibadah kurban yang dilakukan oleh umat Islam di seluruh belahan dunia setiap tahunnya.

BACA JUGA  Kurban lewat Chat Pay, Emang Bisa?

LEAVE A REPLY