Ilustrasi depresi. (Foto: Ist)

Faktor-faktor yang memengaruhi seseorang rentan depresi yaitu kesepian, trauma masa kecil baik akibat pelecehan atau yang lainnya, masalah keuangan, keluarga atau yang paling marak terjadi saat ini yaitu kasus bullying.

Tak jarang kita dengar kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh kasus bullying. Hal ini membuktikan bahwa bullying bukan kasus yang main-main.

Bullying juga sangat rentan terjadi kepada remaja usia anak sekolah. Jadi, sering usia remaja yang belum bisa mengendalikan emosinya memiliki depresi yang berlebih. Hal ini menjadi salah satu akibat besarnya angka bunuh diri bagi seseorang apalagi remaja.

Untuk mengatasi hal itu, dibutuhkan peran penting kita untuk mencegah orang-orang yang terkena mental illness atau depresi. Kita harus mengetahui apa saja gejala-gejala yang ditimbulkan oleh orang-orang yang terkena depresi atau jika kita mencurigai orang terdekat kita yang rentan terkena depresi.

Sulitnya, tak semua orang yang terkena depresi atau mental illness menunjukkan gejala yang semestinya. Beberapa gejala yang mungkin saja tampak bagi mereka yang menderita mental illness atau depresi yaitu merasa sedih berlebihan, cenderung lebih emosi dari biasanya dan melakukan kekerasan, merusak diri sendiri, lebih murung, menarik diri dari lingkungan sosial, kekhawatiran berlebih, dan lain sebagainya.

Hal-hal semacam ini sering menjadi gejala yang mengantarkan orang cenderung ke arah depresi dan bukannya tidak mungkin jika tidak diatasi secara cepat dan baik akan berujung ke arah bunuh diri.

Sebagai makhluk sosial, kita harus selalu punya sikap peduli terhadap sesama, apalagi untuk kasus yang satu ini. Kasus depresi yang berujung bunuh diri bukanlah hal yang remeh.

Karena, semakin kita membiarkan, akan semakin banyak korban yang berjatuhan. Kita harus melakukan pencegahan sejak dini dengan selalu memerhatikan orang-orang sekitar kita yang mungkin saja rentan terkena depresi.

LEAVE A REPLY