INDRAMAYU – Krupuk kulit asli hasil dari usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indramayu binaan Dompet Dhuafa mampu menembus pasar internasional.
Semua bermula dari Darwina, wanita asli Indramayu yang bertekad untuk mendampingi Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) milik masyarakat yang tidak memiliki manajemen terstruktur.
Bermodalkan tekad kuat membangun masyarakat mandiri, Darwina atau akrab disapa Wina menggandeng Dompet Dhuafa untuk mulai mendampingi para pelaku UMKM yang mayoritas adalah kaum perempuan melalui berbagai pelatihan dan pembinaan.
Wina juga rela tempat tinggalnya pun disulap menjadi Rumah Edukasi Kewirausahaan sejak 2008 silam untuk memberikan pelatihan selama setahun setiap periodenya. Aktivitasnya pun beragam, mulai dari edukasi kelayakan produksi, pelatihan packaging, hingga penyerapan hasil produksi.
“Banyak pengusaha yang tidak bisa menjawab berapa keuntungan didapatkan, artinya tidak bisa mengukur. Tidak punya manajemen usaha yang baik, tidak bisa hitung HPP, hingga penentuan harga jual. Maka, timbul keprihatinan kami untuk memberikan edukasi, dan pendampingan,” ungkap Wina di sela-sela menilik mitra binaannya UMKM Rolisa Food pada Rabu (20/04/2022) yang berlokasi di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Indramayu, seperti dilansir dompetdhuafa.org.
Tekadnya membuahkan hasil, karena salah satu produk UMKM binaannya yaitu Kerupuk Kulit Sapi, sukses menorehkan prestasi di kancah internasional yakni dengan mengekspor 2400 pcs ke Korea Selatan.
“Yang menjadi concern kami dan Dompet Dhuafa adalah bagaimana agar pelaku usaha ini dapat menikmati hasilnya, bukan hanya lelahnya. Alhamdulillah, salah satu binaan kita dilirik oleh pasar Korea Selatan, produk Kerupuk Kulit Sapi milik Suami-Istri yakni Dedi Rolis dan Pita Puspita Sari pada awal April lalu. Produk kerupuk kulit milik Pita Puspita Sari dan Dedi Rolis berhasil lolos proses kurasi hingga telah mengirim 2.400 pcs kerupuk kulit ke Korea Selatan, dan repurchase, bulan Mei besok akan shipping lagi 7 (tujuh) kali lipat,” tandas Wina.
Selain Kerupuk Kulit Sapi hasil olahan Pita Puspita Sari dan suaminya Dedi Rolis, masih banyak lagi Kartini Tangguh binaan Wina yang memproduksi berbagai macam olahan UMKM khas Indramayu. Crab Stick, Dodol Mangga, Kerupuk Bonggol Pisang, Kopi Biji Mangga dan masih banyak produk lainnya yang sedang berjuang menembus pasar lebih besar.
Dompet Dhuafa melalui Program Zakat Produktif memiliki peran vital dalam upaya yang diperjuangkan oleh Wina dan UMKM di Indramayu. Selain itu, Dompet Dhuafa juga hadir untuk menjembatani antara pihak-pihak yang memiliki visi untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM.
“Dompet Dhuafa berusaha memberikan intervensi terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM khususnya di wilayah Indramayu. Ini merupakan salah satu bentuk nyata dari pengelolaan zakat produktif yang dilakukan Dompet Dhuafa untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat penerima manfaat. Selain itu, Dompet Dhuafa juga menjembatani banyak pihak untuk membantu pengembangan UMKM ini, seperti dari Bank Permata, The Harvest bahkan Paragon. Semoga ini akan terus berkembang dan #JadiManfaat,” jelas Dian Mulyadi selaku General Manager Communication Dompet Dhuafa.



























