Ilustrasi nyeri haid. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sebagian wanita merasakan nyeri atau kram selama periode menstruasinya, baik itu menjelang atau selama haid karena otot-otot rahim berkontraksi.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Universitas Indonesia, Moh Luky Satria Syahbana Marwali, mengatakan bahwa nyeri itu bisa dikatakan tak normal bila rasa sakitnya bertambah berat. Sehingga, menyebabkan wanita tidak dapat beraktivitas normal. Atau, nyeri tidak membaik setelah konsumsi obat pereda nyeri.

Luky menambahkan, nyeri tak normal salah satunya disebabkan endometriosis. Yakni, jaringan yang membentuk lapisan dalam rahim juga tumbuh di luar rahim.

“Kondisi ini dapat tumbuh pada organ lain di dalam panggul atau perut, dan dapat menyebabkan perdarahan, infeksi, dan nyeri panggul. Nyeri endometriosis dapat berupa rasa sakit, kram, perasaan terbakar, yang dapat dirasakan cukup ringan, atau bahkan sangat parah hingga menurunkan kualitas hidup,” ungkap Luky yang berpraktik di RS Pondok Indah IVF Centre, dikutip dari Antara, Senin (17/5/2021).

Selain rasa nyeri hebat ketika menstruasi, wanita dengan endometriosis kerap merasakan rasa nyeri saat berhubungan seksual. Meskipun tidak umum, beberapa dari mereka mungkin mengalami nyeri pula saat buang air kecil, buang air besar, diare, mual, muntah, dan perut kembung.

Dokter biasanya menggunakan beberapa modalitas pemeriksaan untuk memastikan diagnosis endometriosis, antara lain pemeriksaan panggul, ultrasonografi, MRI dan laparoskopi. Setelah pemeriksaan dilakukan, barulah dokter akan menentukan tahapan endometriosis.

Dari tingkat keparahannya, ada empat tahapan endometriosis, pertama endometriosis minimal yakni muncul jaringan endometrium yang kecil dan dangkal di indung telur. Peradangan juga dapat terjadi di sekitar rongga panggul. Adanya jaringan ini menyebabkan rasa sakit dan disfungsi organ.

LEAVE A REPLY