Ilustrasi uang elektronik bantu UMKM selama pandemi Covid-19. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Survei yang dilakukan CORE Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM yang mengadopsi metode pembayaran menggunakan uang elektronik berbasis aplikasi merasa terbantu dengan hal tersebut.

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, mengatakan bahwa hal tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan oleh pihaknya terhadap 2.001 UMKM mitra di 12 kota di sebanyak delapan provinsi pada awal 2021.

“Hasil studi memperlihatkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM yang dijadikan responden merasa terbantu sejak bergabung di platform pembayaran digital,” katanya dilansir dari Antara, Jumat (1/10/2021).

Piter memaparkan perbaikan yang dialami tidak hanya terkait fasilitas pembayaran nirtunai sebagai alternatif bagi pelanggan yang ingin menghindari penggunaan uang tunai.

Selain itu, sebagian besar responden survei juga melaporkan peningkatan transaksi harian dan pendapatan bulanan. Serta, kini lebih sering menggunakan layanan perbankan.

Ia memaparkan sebanyak 73 persen UMKM sekarang ini lebih sering menggunakan uang elektronik untuk bertransaksi. Sekitar 70 persen UMKM mengalami peningkatan transaksi harian dengan rata-rata kenaikan hingga 30 persen.

Selanjutnya, rata-rata pendapatan per bulan pun meningkat 27 persen bagi 68 persen responden yang mengalami peningkatan pendapatan.

“Sementara, ekosistem OVO seperti Grab juga memberikan dampak ekonomi sosial yang signifikan bagi UMKM di tengah pandemi Covid-19. Sekitar 91 persen pelaku UMKM yang disurvei telah terhubung dengan ekosistem luas OVO, dan mendapatkan manfaat nyata dengan rata-rata kontribusi ekosistem OVO mencapai 18 persen dari total penjualan mereka,” kata Piter.

LEAVE A REPLY