Ketua Umum Siberkreasi Yosi Mokalu. (Foto: Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

ZNEWS.ID JAKARTA – Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mengajak para pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah terjun ke ranah online untuk lebih memerhatikan keamanan. Melihat, upaya serangan siber meningkat selama pandemi Corona.

Ketua Siberkreasi​, Yosi Mokalu, mengatakan bahwa tantangan keamanan yang paling besar dihadapi UMKM ada pada sikap acuh dan tidak peduli. Juga, proses migrasi ke online yang cepat sehingga tidak dibekali cukup pengetahuan di ranah digital.

“Keamanan menjadi prioritas. Ini penting karena akan dapat mengganggu kepercayaan. Namun, banyak yang menganggap ini remeh. Alasan lainnya, pemilik UMKM punya latar pengetahuan yang berbeda. Sebaiknya,nUMKM mencari bimbingan sumber terpercaya supaya aman,” ujar Yosi dalam webinar #AmanBersamaGojek, Kamis (18/2/2021).

Mengutip data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Yosi mengatakan bahwa upaya serangan siber meningkat empat kali lipat sepanjang 2020. Dengan angka hampir 190 juta upaya serangan siber di Indonesia. Sementara, pada 2019 tercatat hanya 39 juta upaya serangan siber.

Kecenderungan peningkatan upaya serangan siber telah ada sejak awal pandemi dengan puncaknya pada Agustus 2020, menyentuh angka 63 juta upaya serangan siber. Jauh meningkat jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2019, yang hanya 5 juta upaya serangan siber.

“Hal ini dipengaruhi oleh perubahan pola hidup masyarakat di masa pandemi, work from home, study from home, dan itu menyebabkan pemakaian internet, transaksi online semakin banyak,” kata Yosi.

Keamanan siber, lanjutnya, menjadi penting untuk diperhatikan karena berhubungan dengan roadmap atau visi pemerintah, di mana bangsa Indonesia sedang menuju Digital Nation. Terdapat tiga komponen besar di dalamnya, yaitu pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital.

LEAVE A REPLY