
Dosen tetap Fakultas Kedokteran Universitas Andalas itu juga menyampaikan, prevalensi gerd yaitu 2 dari 5 orang di Amerika pernah mengalami gerd dalam hidup mereka, dan 1 dari 3 orang di antaranya mengalami gerd dalam satu pekan terakhir.
“Kelompok wanita paling banyak mengalami gerd,” ujarnya.
Jika mengalami gerd, Saptino menyarankan untuk melakukan terapi nonfarmakalogi atau tanpa obat-obatan dengan melakukan modifikasi atau mengurangi berat badan, dan meninggikan kepala lebih kurang 15-20 centimeter pada saat tidur.
“Kemudian, menghentikan merokok dan minum alkohol, serta kurangi makanan dan obat-obatan yang merangsang asam lambung,” katanya.
Selanjutnya terkait mag, Saptino menyampaikan, mag beda dengan gerd.
Mag gejalanya adalah rasa tidak nyaman atau nyeri pada ulu hati, begah, kembung dan perasaan cepat kenyang. Penyakit mag disebabkan oleh luka di lapisan dalam lambung.
“Penyakit tukak lambung dan tukak usus 12 jari, gastritis atau radang lambung, gangguan fungsional serta stres, gangguan cemas dan depresi juga dapat menimbulkan mag. Untuk pengobatannya, tidak jauh berbeda dengan gerd,” katanya.




























