Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam bincang interaktif Program Merdeka Belajar ke-8: SMK Pusat Keunggulan secara daring di Jakarta, Jumat (19/3/2021). (ANTARA/ Zubi Mahrofi) (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan SMK Pusat Keunggulan (PK) yang fokus pada tujuh sektor atau bidang, yaitu ekonomi kreatif termasuk digital, permesinan dan konstruksi, hospitality, care services, maritim, pertanian, dan proyek yang bekerjasama dengan luar negeri atau investasi dari luar negeri.

SMK PK merupakan upaya pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu agar mengalami peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha dan industri, serta menjadi SMK rujukan dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.

Sementara bidang SMK yang tak relevan akan kembali dievaluasi atau bahkan ditutup.

“Tujuh sektor industri kreatif itu kan luas. Nah, mungkin persepsi pertama tujuh itu, tapi jangan terus kemudian yang lain nggak ter-cover. Permesinan bisa cover otomototif, manufaktur, sipil, teknik elektro, plumbing dan lain-lain. Begitu pula dengan jurusan lainnya,” ungkap Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto pada konferensi virtual, Jumat (19/3/2021).

Dia menyebutkan jika ada penjurusan yang tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman, dan tidak ada indutri yang membutuhkan, ada kemungkinan akan dimerger dengan jurusan lain.

“Tapi akan kita kaji dulu. Ada bidang yang sudah tidak obsolete [ketinggalan zaman], kalau tidak dimodifikasi, kalau sudah tidak punya pasangan industri, kalau nggak dimerger ya ditutup,” jelasnya.

Harapannya, SMK tidak lagi menciptakan lulusan yang tidak ada peminatnya. Belum lagi, saat ini yang digemborkan adalah bahwa lulusan SMK menyumbang pengangguran terbanyak di Indonesia.

LEAVE A REPLY