Sekolah Guru Indonesia (SGI) menggelar Pembukaan Pembekalan Fasilitator Program Organisasi Penggerak (POP) yang dilaksanakan di  H-Boutique Hotel, Yogyakarta, Sabtu (11/2/2023). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID YOGYAKARTA  – Sekolah Guru Indonesia (SGI) menggelar Pembukaan Pembekalan Fasilitator Program Organisasi Penggerak (POP) yang dilaksanakan di  H-Boutique Hotel, Yogyakarta, Sabtu (11/2/2023). Pembekalan Fasilitator POP diikuti 30 Guru Hebat dari seluruh Indonesia.

Menurut Abdul Khalim, Manajemen Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa, tugas fasilitator sangat penting dalam kegiatan ini.

“Tugas kita membantu guru dan kepala sekolah merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan serta memproyeksikan kegiatan yang akan dilakukan. Sehingga, guru dan kepala sekolah tahu apa yang harus diperbaiki untuk perbaikan pembelajaran,” ujarnya.

POP adalah program yang dibuat Kemendikbudristek guna mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang melibatkan peran serta organisasi. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Sekolah Guru Indonesia (SGI) menggelar Pembukaan Pembekalan Fasilitator Program Organisasi Penggerak (POP) yang dilaksanakan di  H-Boutique Hotel, Yogyakarta, Sabtu (11/2/2023). (Foto: Dompet Dhuafa)

Kegiatan POP SGI berlangsung mulai Januari hingga Juni 2023, dengan rangkaian kegiatan seperti Forum Kepala Sekolah, Lokakarya Guru Pemimpin, FGD Kepala Sekolah, Pendampingan, Lesson Study, dan Kunjungan Sekolah.

Di Yogyakarta, 30 fasilitator akan diberikan pembekalan setelah melewati beberapa tahap seleksi di antaranya administrasi, wawancara, dan tes tertulis. Hingga Rabu nanti, para fasilitator akan mengikuti serangkaian aktivitas yang akan memaksimalkan kompetensi mereka.

“POP SGI 2023 menjadi tahun ketiga Sekolah Guru Indonesia menemani perbaikan kualitas pendidikan melalui pelatihan guru dan kepala sekolah. Harapan kami semoga di tahun terakhir kegiatan dapat kami optimalkan dengan baik, sehingga dampak program benar-benar dirasakan manfaatnya,” tutur Asep, Ketua Sekolah Guru Indonesia. (AR)

LEAVE A REPLY