
Oleh: Veldy V Armita
ZNEWS.ID JAKARTA – Bulan mulia telah mendatangi kita, bulan yang kedatangannya disambut suka cita dan kepergiannya ditangisi oleh Rasulullah dan para sahabatnya dahulu. Pengikut Rasulullah tentunya perlu bertafakur mengapa bulan ini disambut sedemikian rupa dan kepergiannya seperti sebuah kehilangan besar. Menangisi sesuatu pastilah karena kesedihan yang mendalam.
Rasulullah dan para sahabat memahami benar bahwa inilah bulan previlege dari Sang Pencipta. Manusia yang pada dasarnya sulit mencapai keridaannya, sangat sedikit yang dapat lolos dari ujian dunia, alias sulit dapat hidup abadi di dalam surga yang indah.
Namun, Allah Maha Pemurah dan Penyayang, menyediakan Ramadan sebagai fast track dan jalan singkat untuk dapat menghapus dosa-dosa kita yang akan mendorong pada kehinaan neraka dan untuk meningkatkan secara cepat rekening amal saleh kita yang dapat mendorong pada kemuliaan surga.
Bulan di mana setan sebagai musuh abadi dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka seluas-luasnya dan pintu-pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Amatlah merugi apabila pengikut Rasulullah tidak dapat memanfaatkan fasilitas ini.
Seluruh kebaikan apa pun itu akan dikalikan sekian kali. Kebaikan utama yang mengiringi bulan ini tentunya adalah puasa sebagai penanda utama kebaikan dalam bulan ini.
Ibadah yang Dapat Dilakukan saat Ramadan
Puasa dengan segala dimensinya adalah fondasi kebaikan dan ibadah saat Ramadan. Sangat banyak nash menjelaskan tentang keutamaan puasa dalam segala aspek, baik kesehatan fisik, ruhani dan akal serta kesehatan sosial.
Melalui ibadah puasa ini, tumbuh dan bercabang kebaikan lain yang jangan sampai dilewatkan untuk ditunaikan dalam bulan ini. Amat rugi apabila dalam bulan ini hanya menunaikan puasa dan tidak diiringi kebaikan yang lain.



























