Ilustrasi Sejarah Pembangunan Ka’bah dan Renovasinya Seiring Zaman. (Foto: ANTARA/REUTERS/Saudi Ministry of Media)

Namun, Nabi Muhammad memilih untuk menahan egonya atas kebenaran sejarah, dengan mendahulukan kepentingan masyarakat secara luas.

3. Pembangunan Ka’bah di Masa Khalifah Yazid bin Muawiyah

Ketiga, pembangunan Ka’bah pada masa Khalifah Yazid bin Muawiyah. Pada akhir 36 Hijriah, pasukan Yazid bin Muawiyah di bawah komando al-Hushain bin Numair as-Sakuni menyerbu Abdullah bin Zubair dan pengikutnya di Makkah. Peperangan itu menyebabkan sebagian besar dinding Ka’bah roboh dan terbakar.

Abdullah bin Zubair lalu meminta saran kepada yang lain, terkait dengan pembangunan Ka’bah. Apakah dibangun bagian-bagian yang rusak saja atau diratakan semuanya, baru kemudian dibangun kembali.

Setelah menerima beberapa usulan, Abdullah bin Zubair akhirnya meratakan Ka’bah dengan tanah. Ia kemudian membangun tiang-tiang di sekelilingnya dan menutupinya dengan tirai. Abdullah bin Zubair juga menambah bangunan Ka’bah sebanyak 6 hasta, dari yang dulu dikurangi Kaum Quraisy.

Ia juga menambah tingginya menjadi 10 hasta sekaligus membuat dua pintu. Satu pintu untuk masuk, sementara pintu lainnya untuk keluar. Ia berani melakukan ini, merombak bentuk dan posisi Ka’bah, karena mengikuti hadis Nabi Muhammad Saw berikut:

“Wahai Aisyah, seandainya kamu bukanlah orang-orang yang baru saja berlalu dari kemusyrikan, (dan saya tidak memiliki biaya untuk pembangunannya), (niscaya saya akan menginfakkan simpanan Ka’bah ke jalan Allah, dan) niscaya saya akan merobohkan Ka’bah dan meratakannya dengan tanah. (Kemudian akan aku bangun di atas fondasi Nabi Ibrahim). Saya akan menjadikan dua pintu baginya. Satu pintu di sebelah timur (sebagai pintu masuk) dan satu pintu lainnya di sebelah barat (sebagai pintu keluar). (Saya akan meratakannya dengan tanah). Saya akan menambah luasnya enam hasta lagi dari Hijir Ismail.” (HR Bukhari)

4. Pembangunan Ka’bah Usai Abdullah bin Zubari Wafat

Keempat, pembangunan Ka’bah dilakukan setelah Abdullah bin Zubari wafat. Setelah Abdullah bin Zubari terbunuh, al-Hajjaj melaporkan kepada Khalifah Dinasti Umayyah saat itu, Malik bin Marwan. Ia menyebut bahwa Ibnu Zubair telah mendirikan fondasi Ka’bah yang diperselisihkan oleh para pemuka Makkah.

“Kalau tinggi bangunan yang dia (Abdullah bin Zubair), biarkan saja. Namun, panjang bangunan itu yang meliputi Hijir Ismail, kembalikanlah seperti semula. Dan tutuplah pintu yang dia buka,” bunyi perintah Malik bin Marwan kepada al-Hajjaj. Al-Hajjaj kemudian meratakan dan membangun kembali Ka’bah seperti sebelum Abdullah bin Zubair mengubahnya.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa pembangunan Ka’bah dilakukan sebanyak lima kali. Pembangunan pertama dikerjakan oleh Nabi Adam As. Pendapat ini didasarkan pada riwayat al-Baihaqi dari Abdullah bin Umar. Di situ disebutkan bahwa Nabi Adam diperintahkan oleh Allah untuk membangun rumah bagi-Nya. Walllahu a’lam.

Oleh: Ustaz Ahmad Fauzi Qasim/Ronna

LEAVE A REPLY