Menteri Agama Fachrul Razi saat merilis program “Kita Cinta Papua” atau KCP di Kota Jayapura. (Foto: Romadanyl)

Kemenag juga akan memperbanyak penyuluh-penyuluh agama. Selain melaksanakan tugas pokoknya, mereka dapat juga diperankan sebagai motivator anak-anak usia sekolah.

Di bidang usaha merawat ke-Indonesiaan, Fachrul mendukung berbagai upaya pengokohan persatuan. Pada kesempatan itu, ia meletakkan batu pertama pembangunan Monumen Kerukunan, dan membangun Jembatan Kesetiakawanan Aceh-Papua dan Maluku- Papua.

Momen ini dihadiri antara lain oleh para Kakanwil, tokoh-tokoh dan wakil-wakil Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari Aceh dan Maluku.

Fachrul juga membawa Ketua Umum Partai Aceh yang juga mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf untuk berbagi cerita tentang pilihan mereka bergabung dengan Indonesia sesuai Perjanjian Helsinki, demi kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan Aceh. Mereka sangat puas, karena saat ini Aceh menjadi lebih maju, lebih damai, dan lebih sejahtera dibanding sebelumnya.

Pada setiap acara yang dihadiri Fachrul, selalu dibuka dengan lagu Indonesia Raya. Dinyanyikan juga lagu Papua nan Indah. Pada beberapa acara, disenandungkan juga Ayat Suci Alquran. Juga, pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu pemuka agama.

Doa acara peletakan batu pertama Monumen Kerukunan di Kabupaten Jayapura misalnya, dipimpin tokoh agama Hindu. Meski jumlah umat Hindu di Papua terhitung sangat kecil, namun mereka tetap dihomati keberadaannya.

Presiden Jokowi sangat populer di Papua. Itu tidak terlepas dari besarnya perhatian Presiden dalam membangun Papua yang sebelumnya sangat kurang tersentuh. Tak heran jika di sana ada nama “jalan Jokowi”, “jembatan Jokowi”, dan  “bukit Jokowi”.

Bahkan, akses yang memudahkan wisatawan naik ke “view point” puncak pulau Vanimo, Raja Ampat, disebut dengan “tangga Jokowi”.

Papua dengan berbagai keragamannya, dapat disebut sebagai Indonesia dalam bentuk mini. Karena kerukunannya, Papua betul-betul dapat disebut “Indonesia di ufuk Timur”. Hormat untuk Papua, Kita Cinta Papua!!!

Editor: Agus Wahyudi
Sumber: Kemenag

LEAVE A REPLY