
ZNEWS.ID SURABAYA – Setiap perjalanan selalu membawa tantangannya sendiri, terutama di tengah keterbatasan yang membatasi langkah. Meski terkadang terasa berat, setiap rintangan menyimpan hikmah yang menunggu untuk ditemukan.
Berjuang di tengah keterbatasan adalah bagaimana tidak pernah menyerah, meski badai datang tanpa jeda. Bagaimana langkah-langkah kecil yang terus diayun, walau jalan yang dilalui penuh duri.
Seperti halnya perjuangan Sodiq (72) dan Musrifah (63) yang hidup di sebuah rumah kecil di pinggir jalur Tol Surabaya-Gempol.
Di tengah keterbatasan, mereka tidak pernah kehilangan harapan. Sodiq sebagai salah satu penerima manfaat Program Fidyah dari Dompet Dhuafa, menjalani kesehariannya dengan mengelola usaha binatu sederhana secara manual di rumahnya. Usaha kecil yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Sementara Musrifah, yang telah mengalami gangguan penglihatan permanen selama 13 tahun terakhir, setia menemani hari-hari suaminya
Kondisi sang istri membuat Sodiq enggan meninggalkannya terlalu lama, menggambarkan kasih sayang dan kesetiaan di antara mereka.
“Kalau saya pergi keluar, ibu selalu nunggu saya di depan rumah mas,” terang Sodiq
“Takut kalau kenapa-kenapa saya di dalam sendirian,” sambung Musrifah.


























