Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: ANTARA/Tim Komunikasi Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional/pri)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali tidak optimal. Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Presiden menginginkan PPKM diubah menjadi lebih mikro atau dipersempit cakupannya agar efektif menekan penyebaran virus corona (COVID-19).

“Pak presiden sudah paham sekali bahwa setiap kali ada libur itu naik tinggi. Nah, sekarang responnya gimana? Beliau berkeinginan menyampaikan ke saya agar (PPKM) bisa lebih mikro sifatnya. Jadi lebih detail, lebih rinci, dilihat penyebabnya di mana, itu yang dikunci,” kata Budi di Kompleks DPR, Senin (1/2/2021).

Budi menjelaskan konsep mikro yang dimaksud Jokowi adalah pembatasan mobilitas di daerah episentrum alias pusat penyebaran virus corona. Menurutnya, PPKM mikro tidak akan melakukan pembatasan mobilitas di seluruh wilayah atau satu kota, melainkan titik-titik daerah di dalamnya.

Namun, kata Budi, apabila ada daerah yang berada di dekat titik episentrum daerah atau titik penyebaran, daerah tetangga itu bisa juga dilakukan pembatasan mobilitas yang serupa.

“[PPKM Mikro] bukan misalnya satu provinsi, atau satu kota, nanti itu kan ada beberapa daerah yang sebenarnya bukan klaster atau hotspot, terpaksa kita kunci juga. Karena mungkin penyebabnya di dua atau tiga klaster,” ujarnya.

Budi mengatakan Kemenkes tahun ini juga akan mengajukan tambahan anggaran untuk memperkuat upaya surveillance dengan cara menambah kapasitas testing, tracing, dan treatment (3T).

“Karena untuk bisa melakukan yang diarahkan bapak presiden, kita membutuhkan testing yang lebih rapat, dan tracing yang lebih teliti dan lebih cepat,” katanya.

 

Editor: Dhany

LEAVE A REPLY