Pohon jenis Medang (Litsea sp) yang terdapat di Nagari Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, diperkirakan termasuk ke dalam catatan pohon dengan diameter terbesar di dunia. (Foto: Dok BKSDA resor Agam)

Untuk mewujudkan kampus alam itu, tambahnya tokoh masyarakat, wali nagari, camat, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga harus menjalin komunikasi dengan baik dengan pemangku kepentingan.

Pemkab Agam siap memberikan dukungan terhadap pembangunan kampus alam dan destinasi wisata tersebut.

Ini sesuai dengan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk menjadikan pariwisata sebagai produk unggulan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Keberadaan kayu besar itu juga mengantarkan Wali Nagari Koto Malintang Naziruddin bertemu dengan Presiden Republik Indonesia yang ketika itu dijabat Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai penerima penghargaan.

Penghargaan pertama berupa Kalpataru dari Presiden Republik Indonesia bagi perintis lingkungan kepada Naziruddin Nagari Koto Malintang, Agam, Sumatera Barat di Jakarta pada 4 Juni 2013 karena menyelamatkan kayu besar di hutan rakyat.

Setelah itu, Penghargaan Wahana Lestari pada 2014 dari Kementerian Kehutanan terbaik I tingkat nasional dengan kategori desa adat atau kelurahan peduli kehutanan yang diterima di Jakarta 15 Agustus 2014.

Kini, warga setempat terus berupaya merawat hutan rakyat tersebut agar tetap terjaga guna meraup kemanfaatan dari alam hingga pengembangan ekowisata yang juga berdampak bagi ekonomi warga setempat.

Sumber: Antara

LEAVE A REPLY