
Kita tidak bisa memungkiri bahwa setiap muslim ingin bisa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ini. Namun, dalam realitanya, tidak semua muslim bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar.
Dalam kasus seperti ini, mereka tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan keberkahan Al-Qur’an dengan terus belajar. Terus belajar dari bawah hingga bisa lancar.
Karena, setiap pahala yang akan berbuah 10 kebaikan dari bacaan Al-Qur’an dihitung berdasarkan huruf-hurufnya, bukan kata maupun kalimatnya. Masya Allah.
Begitu juga dengan ibadah lainnya, kita jangan pernah merasa susah untuk mendapatkan keberkahan Ramadan. Menyambut Ramadan dengan gembira luas maknanya.
Setiap muslim memiliki kesempatan yang sama, tidak ada yang diunggulkan satu dengan lainnya. Karena, ibadah saat Ramadhan terus berjalan, berproses menuju ketakwaan yang hakiki. Seperti firman Allah sebagai berikut,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183) (zakat.or.id)




























