
Dua hadis ini cukup menjadi landasan bahwa sudah selayaknya kita menyambut Ramadan dengan gembira. Kemudian dalam rangka menyambut tersebut, tentu kita harus memiliki dua persiapan baik mental maupun amal.
Persiapan Mental Selama Ramadan
Selayaknya menyambut Ramadan, mental kita juga harus siap terlebih dahulu. Kalaupun telah berada saat Ramadan, tidak salah juga mental kita selalu ditingkatkan.
Agar mental lebih siap, cara terbaik yang dilakukan adalah mengingat-ingat keutamaan Ramadan. Dengan begitu, seseorang akan terpicu dan termotivasi untuk menjalani puasa dan beberapa amalan lainnya dengan penuh semangat.
Persiapan mental inilah yang sering menjadi permasalahan di sebagian pribadi muslim. Kita sering kali melihat kegembiraan Ramadan hanya di awal saja. Di awal Ramadan, masjid terlihat sangat penuh, namun seiring bertambahanya hari dan malam, masjid akan kembali sepi.
Padahal, keberkahan Ramadan tidak hanya ada di awal, ia akan terus ada dari awal sampai akhir. Bahkan selalu bertambah pahalanya.
Ada banyak sekali keutamaan yang perlu persiapan mental, seperti istikamah salat tarawih dan witir, istikamah membaca Al-Qur’an, menjemput malam lailatul qadar, dan masih banyak lagi.
Nabi Muhammad SAW memberikan contoh, selain persiapan mental, juga harus mempersiapkan hati dengan berdoa. Berikut doa memohon keberkahan yang masyhur di khalayak umum.
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban dan berkahi pula kami di bulan Ramadan.” (Doa ini merupakan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad)





























