
Mereka menemukan gua dan tinggal di sana. Gua itu bernama Tsur. Mereka tinggal di Gua Tsur kurang lebih tiga hari sebagai tempat perlindungan.
Atas segala kekuasaan dan perlindungan Allah SWT, Rasulullah SAW bersama para pengikutnya aman di dalam Gua Tsur. Padahal, gua tersebut sempit dan jarang ditempati manusia.
Di saat itu, kaum kafir Quraisy selalu mencari Rasulullah ke sana ke mari untuk mencelakai perjalanan hijrahnya menuju Madinah. Ternyata, kaum Quraisy pernah mencari Rasulullah di Gua Tsur. Bahkan, pimpinan mereka hendak masuk ke tempat persembunyian Rasulullah dan Abu Bakar.
Namun, suatu hal menghalangi mereka untuk masuk, Allah SWT memberikan keajabiban dan perlindungan kepada Rasulullah SAW. Kaum Quraisy melihat banyaknya sarang laba-laba di mulut gua dan burung liar. Sehingga mereka meyakini tidak akan ada seseorang.
Rasulullah pun aman berada di gua. Pada 1 Rabiul Awal tahun pertama Hijriah 622 M. Nabi dan Abu Bakar, ditemani Amir bin Fuhairah. Beserta seorang penunjuk jalan, Abdullah bin Uraiqith, keluar dari gua. Mereka melanjutkan kembali untuk berangkat menuju Madinah.
- Sukacita Perjalanan Rasulullah Menuju Madinah
Perlindungan di Gua Tsur membuktikan bahwa Allah SWT senantiasa melindungi seseorang yang berjuang untuk berdakwah kebaikan. Nabi Muhammad melanjutkan perjalanan kembali menuju Madinah dengan menaiki unta, yang dalam kitab tarikh disebut dengan nama “Al-Qushwa”.
Selama tujuh hari tujuh malam mereka berjalan menuju Madinah, melewati gurun pasir yang gersang. Tanpa kenal lelah dan letih demi keselamatan umat.


























