
ZNEWS.ID JAKARTA – Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau.
Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 21 April 571 Masehi.
Tahun itu dikenal dengan peristiwa tentara bergajah pimpinan Abrahah yang berniat meruntuhkan Ka’bah, namun digagalkan oleh burung Ababil sebagaimana diabadikan dalam surah Al-Fil.
Sejak kelahiran Rasulullah, Makkah menjadi pusat sejarah sekaligus spiritualitas yang erat kaitannya dengan perjalanan Islam.
Secara geografis, kota ini berada di lembah kecil dikelilingi pegunungan, sekitar 72 kilometer dari Jeddah di tepi Laut Merah, dengan ketinggian sekitar 277 meter di atas permukaan laut.
Makkah dikenal sebagai lokasi Ka’bah, kiblat bagi seluruh umat Islam. Di Jabal Nur terdapat Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.
Sejarah Makkah bermula sejak zaman Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS yang, atas perintah Allah, mendirikan Ka’bah sebagai pusat ibadah.
Kemunculan sumur Zamzam di tengah lembah tandus pun menjadi sumber kehidupan sehingga menarik orang-orang untuk menetap di sana.
Dalam perkembangannya, Makkah tumbuh menjadi pusat perdagangan penting yang berada di bawah kendali suku Quraisy.
Nama “Makkah” sendiri memiliki beragam makna. Kata makka dalam bahasa Arab berarti “menghapus” atau “membersihkan,” yang dipahami sebagai kota penghapus dosa bagi para peziarah.
Makkah juga disebut Bakkah, artinya “tempat berkumpul,” sesuai fungsinya sebagai pusat ibadah haji.
Pada masa kenabian, Makkah menjadi titik awal dakwah Islam. Rasulullah SAW menghadapi penolakan dari kaum Quraisy yang masih mempertahankan penyembahan berhala.
Tekanan itu mendorong beliau bersama para sahabat berhijrah ke Madinah pada 622 M, peristiwa yang kemudian menjadi awal kalender Hijriah.
Delapan tahun setelahnya, beliau kembali dalam peristiwa Fathul Makkah, penaklukan damai yang membuka jalan bagi kejayaan Islam.
Dalam sejarah selanjutnya, Makkah berada di bawah kekuasaan Turki Usmani pada abad ke-16 hingga akhirnya menjadi bagian dari Kerajaan Arab Saudi pada abad ke-20.
Modernisasi pun dilakukan, termasuk perluasan Masjidil Haram agar mampu menampung jutaan jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.
Kini, Makkah bukan hanya dikenal sebagai kota kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga simbol persatuan dan pusat spiritual umat Islam sedunia.
Renovasi besar seperti pembangunan Menara Abraj Al-Bait atau Menara Jam Makkah menjadi bukti perkembangan kota ini dalam melayani jamaah dari berbagai negara, tanpa meninggalkan nilai sejarah dan spiritual yang telah melekat sejak ribuan tahun silam.


























