
Danan menjelaskan, sebagai upaya pemeriksaan status gizi, LKC Dompet Dhuafa memfasilitasi masyarakat, khususnya bayi balita dalam melakukan pemeriksaan status gizi.
Kegiatan tersebut berupa pemeriksaan fisik (berat badan dan tinggi badan atau panjang badan). Pemeriksaan status gizi ini, kata Danan, menargetkan 600 bayi balita yang tersebar di 12 titik kegiatan.
Danan menambahkan, pada HGN kali ini, LKC Dompet Dhuafa juga mengajak para kader untuk mengikuti lomba masak PMT kreatif mudah dan murah dengan bahan baku telur.

Diharapkan, para kader mampu membuat kreasi yang menarik untuk penyajian makanan bagi anak-anak. Bukan hanya menarik, tetapi mudah untuk dipraktekkan di rumah. Lomba masak ini diikuti oleh 10 kader di 12 titik.
“LKC Dompet Dhuafa juga melakukan kampanye-kampanye berisikan edukasi seputar protein hewani melalui kanal-kanal digital. Seperti live talk show di Instagram, konten edukasi protein hewani di YouTube dan informasi gizi lainnya di media berita online,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan ini, Katan Danan, menjadi upaya LKC Dompet Dhuafa untuk mendeteksi, mencegah, dan menangani lebih dini permasalahan gizi serta stunting yang terjadi, melalui berbagai kegiatan yang menyasar sekitar 1.000 lebih penerima manfaat yang berlangsung secara massif di 12 titik provinsi program LKC Dompet Dhuafa se-Indonesia. (LKC DD)




























