JAKARTA, ZNEWS.id – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Tengah menggelar sosialisasi dan pembentukan Kader Pos Gizi Terpadu di Desa Lembupurwo, Kabupaten Kebumen, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini diikuti 22 kader Desa Lembupurwo sebagai langkah awal implementasi program Pos Gizi Terpadu. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader posyandu terkait konsep Pos Gizi Terpadu sekaligus memetakan permasalahan gizi di tingkat desa sebagai dasar penyusunan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Materi disampaikan oleh Intan Khoirunnisa, S.K.M., yang menekankan pentingnya peran kader dalam pencegahan dan penanganan masalah gizi melalui pendekatan Positive Deviance serta intervensi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pendekatan ini dinilai strategis untuk mendorong perubahan perilaku berbasis praktik baik di masyarakat sekaligus memperkuat intervensi pada fase kehidupan paling krusial.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok berdasarkan masing-masing posyandu untuk mengidentifikasi persoalan gizi di Desa Lembupurwo. Para kader aktif menyampaikan kondisi lapangan, termasuk berbagai tantangan dalam pendampingan keluarga sasaran.
Hasil diskusi menunjukkan bahwa permasalahan gizi tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga pola asuh yang belum optimal, sanitasi lingkungan yang kurang memadai, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum maksimal.
Bidan Desa Lembupurwo, Nurkhasanah, menyatakan kesiapan kader dalam menjalankan program Pos Gizi Terpadu sebagai bagian dari upaya menurunkan prevalensi stunting. Sementara itu,
Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Titi Ngudiati, menegaskan bahwa pembentukan Pos Gizi Terpadu merupakan strategi penguatan peran kader sebagai ujung tombak perubahan di tingkat desa, guna mendorong peningkatan status gizi masyarakat secara berkelanjutan dan mempercepat penurunan stunting di wilayah tersebut.



























