
Oleh: Saiful Muhjab (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Semarang)
ZNEWS.ID JAKARTA – Kemiskinan hingga kini masih menjadi masalah hampir seluruh negara, termasuk Indonesia. Ini menjadi salah satu tantangan besar agar segera dituntaskan.
Kemiskinan merupakan aspek atau dimensi yang seringkali dilihat sebagai isu atau permasalahan yang klasik, populis, dan permasalahan setiap bangsa dan negara. Kemiskinan merupakan permasalahan yang tentunya tidak hanya dilihat pada aspek material saja.
Akan tetapi, ketika berbicara kemiskinan, berbagai dimensi harus menjadi bahasan secara komprehensif, memandang masalah ini dengan penuh dan objektif.
Permasalahan kemiskinan yang begitu kompleks merupakan pekerjaan rumah yang cukup serius. Sebab, ini akan berpengaruh atau berpotensi menciptakan permasalahan-permasalahan sosial yang cukup serius pula.
Menurunnya kualitas sumber daya manusia, ketimpangan, kecemburuan social hingga pada meningkatnya angka kriminalitas merupakan bagian dari aspek yang tidak bisa kita hindarkan ketika jumlah penduduk miskin masih sangat besar.
Berbicara tentang dimensi kemiskinan, sejatinya dimensi kemiskinan itu begitu majemuk. Dalam kehidupan sehari-hari, dimensi-dimensi kemiskinan masyarakat muncul dalam berbagai bentuk.
Di antaranya, dimensi politik, sering muncul dalam bentuk tidak dimilikinya institusi yang mampu memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat miskin. Sehingga, termarginalkan dari proses pengambilan keputusan yang menyangkut nasib mereka.
Dimensi ekonomi sering muncul dalam wujud rendahnya penghasilan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka sampai batas yang layak.
Dimensi aset, ditandai dengan rendahnya kepemilikan masyarakat miskin seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta capital.





























