Ilustrasi. (Foto: smartekselensia.net)

Oleh: Abdul Gani (Guru SMART Ekselensia Indonesia)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pelajaran yang termasuk ke rumpun matematika dan ilmu pengetahuan alam, khususnya pelajaran Kimia, banyak ditakuti bahkan tidak disukai oleh para siswa. Kimia menjadi bagian pelajaran yang tergolong pada mata pelajaran MAFIA (Matematika, Fisika, dan Kimia) dan mempunyai predikat “mengerikan” serta menjadi momok di sekolah.

Sudah lumrah bahwa pelajaran tersebut identik dengan perhitungan yang rumit dan membuat kepala pening tujuh keliling. Di samping berlimpah dengan rumus-rumus dan perhitungan yang rumit, pelajaran Kimia juga dikenal jauh dari nilai-nilai seni dan otak kanan.

Bahkan siswa-siswa yang masuk ke dalam penjurusan IPA dikenal dengan “siswa kiri”, yakni siswa yang memiliki kemampuan otak kiri yang dominan dan konon kurang kreatif

Tetapi, stigma tersebut tidak berlaku di SMART Ekselensia Indonesia. Siswa-siswa SMART, dalam pandangan saya, rata-rata kreatif dan mempunyai nalar seni yang bagus.

Pandangan saya ini bukan tanpa dasar. Banyak fakta yang saya temukan di SMART yang menunjukkan bahwa mereka kreatif dan berselera seni tinggi, salah satunya terlihat pada trashic (trasch music).

Mendapati anak-anak dengan kreativitas yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi saya sebagai seorang guru; bagaimana saya harus mengelola pembelajaran dalam kelas dan berusaha menyuguhkan pembelajaran yang kreatif, terutama dalam memberikan pembelajaran Kimia kepada siswa kelas 4 dan 5 IPA yang pada tingkatan ini penuh dengan rumus dan perhitungan rumit.

Untuk mengajar anak-anak dengan kecerdasan di atas rata-rata (diketahui dari hasil psikotes pada saat seleksi penerimaan siswa) dan tingkat kreativitas yang bagus, saya pun lebih memosisikan diri sebagai fasilitator.

LEAVE A REPLY