Ilustrasi bayi. (Istockphoto/Liudmila_Fadzeyeva)

ZNEWS.ID JAKARTA – Retinopathy of prematurity (ROP) merupakan cacat mata bawaan yang banyak terjadi pada bayi prematur. ROP yang tergolong ringan dapat pulih dengan sendirinya seiring pertambahan usia bayi. Namun, jika parah, ROP bisa menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.

Pada dasarnya, pembuluh darah dan jaringan retina janin sudah mulai terbentuk dan berkembang saat usia kehamilan memasuki minggu ke-16. Bagian mata janin ini akan semakin berkembang hingga dapat berfungsi dengan baik setelah ia dilahirkan cukup bulan (di atas 38 minggu).

Ketika bayi dilahirkan terlalu cepat atau terlahir prematur, retina mata bayi belum berkembang dengan sempurna, sehingga belum dapat berfungsi dengan baik. Hal ini dapat membuat penglihatannya terganggu. Kondisi inilah yang disebut Retinopathy of Prematurity (ROP).

Semakin cepat bayi dilahirkan, maka semakin tinggi risikonya untuk terkena Retinopathy of Prematurity (ROP).

Penyebab Retinopathy of Prematurity (ROP)

ROP disebabkan oleh terlalu cepatnya bayi dilahirkan, sehingga retinanya belum cukup berkembang di dalam kandungan. Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya hal tersebut masih belum diketahui dengan pasti.

Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan bayi prematur lebih rentan terkena ROP, yaitu:

  • Berat badan lahir rendah.
  • Kelainan genetik.
  • Pertumbuhan janin terhambat (IUGR).
  • Hipoksemia atau kekurangan oksigen selama di dalam kandungan.
  • Infeksi dalam rahim.

LEAVE A REPLY