
Tentu tidak. Ada banyak embrio yang mengalami kegagalan dalam tahap perkembangannya. Sebagian embrio, bahkan belum sempat berkembang menjadi janin, mengalami keguguran dan kematian, akhirnya perjalanan hidup mereka terhenti. Mereka, bahkan belum sempat menatap wajah kedua orang tua yang sangat menantikan kelahirannya.
Bagi sel yang unggul, setelah terbentuk zigot tersebut, satu sel hasil pembuahan tersebut melakukan serangkaian pembelahan embrionik, memasuki fase morulasi, blastulasi, gastrulasi, embriogenesis, hingga terbentuk janin.
Perjalanan panjang fase awal pun dimulai selama sekitar 9 bulan 10 hari. Selama periode tersebut, kita terus mengalami perubahan demi perubahan dan pertumbuhan yang dapat dikelompokkan menjadi tiga trimester. Hingga pada akhirnya kita siap untuk dilahirkan.
Oleh karena itu, kita yang telah berhasil dilahirkan patut untuk bersyukur, karena sejatinya kita adalah para pejuang tangguh, sekaligus pemenang yang dinantikan oleh kedua orang tua kita.
Support System Terakhir
Di dunia ini siapa yang tidak memiliki masalah? Semua manusia normal pasti memiliki masalah di dalam hidupnya.
Sejak kita terpilih menjadi satu-satunya sel sperma yang berhasil membuahi sel telur, kita telah dihadapkan dengan berbagai macam tantangan.
Bayangkan, bila kita tidak melakukan proses pembelahan dengan normal, atau tidak melakukan proses organogenesis dengan sempurna, atau bahkan embrio yang berkembang tersebut tidak cukup kuat untuk melaksanakan perkembangannya, apa yang akan terjadi? Tentu jawabannya kita tidak akan terlahir dengan sempurna.
Untuk terlahir sempurna, serangkaian proses harus kita jalani di dalam rahim seorang ibu. Berterima kasih lah kepada ibu dan ayah, karena selama proses perkembangan tersebut.
Mereka menyediakan sumber nutrisi esensial yang cukup bagi pertumbuhan kita. Sehingga, proses pertumbuhan yang kita jalani dapat berlangsung dengan baik sebagaimana mestinya.





























