ZNEWS.ID INCHEON – Masjid Al-Anwar di Seongnam-dong, Seo-gu, Incheon, menghadirkan pemandangan unik di tengah kehidupan kota yang dinamis. Menempati lantai dua gedung, masjid ini berdiri tepat di atas tempat hiburan malam yang beroperasi setiap akhir pekan.
Di bawah masjid, terdapat Dabang (다방), tempat yang biasa digunakan orang-orang berkumpul untuk karaoke, minum-minuman keras, dan bahkan transaksi prostitusi— praktik yang legal di beberapa bagian wilayah Korea Selatan.
Meski dikelilingi lingkungan yang bertolak belakang dengan ajaran Islam, komunitas muslim di sana tetap berusaha menjalankan ibadah dengan penuh keteguhan.
Tantangan dan Harmoni
Keberadaan Masjid Al-Anwar sempat menuai teguran dari pihak kepolisian. Pihak mereka menerima keluhan dari pengelola tempat hiburan, karena suara azan dan aktivitas ibadah di masjid dianggap mengganggu.
Namun, pengurus masjid berupaya menjaga harmoni dengan lingkungan sekitar tanpa mengurangi syiar Islam.
“Kami memahami bahwa lokasi masjid ini tidak biasa. Tapi justru karena itu, keberadaan masjid menjadi lebih penting bagi kami,” ujar Takmir Masjid Al-Anwar, Nasrul Haris.
“Kami berusaha menjaga hubungan baik dengan pemilik tempat di bawah, sambil tetap melaksanakan kewajiban kami sebagai muslim,” lanjutnya.
Sulton, salah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sering melaksanakan salat di masjid ini, turut mengungkapkan tantangan yang dihadapi.
“Kadang kalau salat atau kajian, suara musik dari bawah masih terdengar. Tapi, justru ini jadi ujian bagi kami. Apakah tetap teguh atau ikut arus?” katanya.
Masjid sebagai Simbol Keteguhan Iman
Meski berada di tempat yang penuh godaan, Masjid Al-Anwar tetap menjadi mercusuar iman bagi umat Islam di sekitarnya. Banyak pekerja migran asal Indonesia yang menjadikan masjid ini sebagai tempat berlindung dari pengaruh negatif dunia malam.
“Di tempat seperti ini, keimanan benar-benar diuji. Tapi, justru karena itu, kami merasa lebih dekat kepada Allah,” kata Satiman, jemaah Masjid Al-Anwar yang lain.
Masjid Al-Anwar menjadi bukti bahwa Islam bisa hadir di mana saja, bahkan di tengah gemerlap dunia malam. Keberadaannya bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol keteguhan iman bagi mereka yang mencari cahaya di tengah kegelapan.
Oleh: Dai Ambassador penugasan Korea Selatan, Ustaz Minanur Rohman


























