Ilustrasi: Dompet Dhuafa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang berkolaborasi menanam sebanyak 11.000 bibit mangrove di wilayah pesisir Jawa Tengah, Kamis (6/10/2022). (Foto: DMC DD)

ZNEWS.ID JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa mangrove atau bakau memiliki potensi untuk mengurangi dan beradaptasi terhadap dampak fenomena El Nino.

“Meskipun sulit untuk mencegahnya secara langsung, mangrove dapat digunakan untuk mengurangi dan beradaptasi, seperti mengurangi panas berlebih,” kata Suyadi, Peneliti Ahli Utama Bidang Riset Ekologi dan Restorasi Ekosistem Mangrove BRIN, dilansir dari Antara.

Suyadi menjelaskan bahwa mangrove dapat menyediakan oksigen (O2) dan menyerap karbon dioksida (CO2) dengan tingkat yang cukup tinggi, yang pada akhirnya akan disimpan dalam vegetasi dan tanah.

Menurutnya, berdasarkan penelitian yang ada, mangrove dapat menyimpan sebanyak 1.023 mega gram karbon per hektar.

“Iya, menurut penelitian Donato, mangrove dapat menyimpan 1.023 mega gram karbon per hektar,” katanya.

Suyadi merujuk pada penelitian Daniel C. Donato yang mengkaji kandungan karbon dalam pohon mangrove dan dipublikasikan pada 2011.

Selain itu, ia juga mencatat bahwa mangrove berbeda dari tumbuhan darat, karena bahkan saat cuaca panas, mangrove tidak mudah terbakar karena terus terkena pasang surut air laut.

“Mangrove berbeda dari tumbuhan darat seperti lahan gambut yang rawan terbakar saat El Nino,” tuturnya.

LEAVE A REPLY