Ilustrasi digitalisasi UMKM. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Ketua Asosiasi Kelompok Usaha Unitas (Akunitas) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Maria Srikandi Mayangsari, mengatakan bahwa digitalisasi dan inovasi menjadi dua hal terpenting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk bertahan dan berkembang di masa pandemi Corona.

Hal ini, menurut Srikandi, sejalan dengan program pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, yang ingin menghubungkan setidaknya 50 persen dari total 64,2 juta UMKM secara digital (digitally on-board).

“Pemerintah menggalakkan betul-betul bagaimana UMKM bisa beralih ke pasar online. Bagi saya pribadi, langkah untuk digitalisasi market harus diambil, cepat ambil langkah di marketplace,” kata Srikandi, dikutip dari Antara, Sabtu (19/6/2021).

Wanita yang tergabung dalam binaan UMKM PT Telkom Indonesia itu tak mengelak bahwa memang tidak mudah bagi pegiat UMKM lokal untuk bisa terhubung ke ekosistem ekonomi digital.

Selain faktor konektivitas hingga literasi digital, tantangan terbesarnya adalah bahan baku dan pengemasan yang memakan waktu lama. Terutama di tempat tinggalnya, di Labuan Bajo, NTT.

“Salah satunya adalah kesulitan bahan baku dan packaging karena didatangkan dari luar. Misalnya kain, sampai terigu, itu memakan waktu berhari-hari untuk sampai ke Labuan Bajo. Mungkin, itu yang membuat kita kalah bersaing dengan daerah lain seperti Jawa dan Bali,” ujarnya.

Hal tersebut secara otomatis akan membuat produk memiliki harga yang sedikit lebih mahal. Namun, menurut Srikandi, harga yang mahal tentu tidak akan menjadi masalah bagi pembeli apabila produk tersebut memiliki kualitas dan kreativitas yang baik.

LEAVE A REPLY