Ilustrasi. (Foto: www.onlyadayaway.com)

Salah satunya ialah kisah Nabi Musa AS. Nabi Musa AS merupakan Rasul yang Allah pilih untuk berdakwah menghadapi Firaun serta membebaskan Bani Israel dalam menghadapi penindasan. Dalam kisahnya, Nabi Musa AS memiliki kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi kaumnya.

Beliau berkali-kali dikhianati oleh kaumnya sendiri. Ketika Bani Israel berada dalam ujung kebuntuan hidup, mereka terbantu karena Mukjizat Nabi Musa AS yang membelah laut merah. Sehingga, Bani Israel selamat dan menenggelamkan Firaun.

Namun, setelah selamatnya Bani Israel. Mereka menunjukkan perilaku yang sangat buruk sekali. Dengan entengnya, mereka meminta untuk dibuatkan berhala. Padahal, baru saja mereka diselamatkan dari kejaran Firaun yang sangat kejam. Anda bayangkan, bagaimana pedihnya ketika Nabi Musa AS sudah berdakwah dengan kuatnya, namun seperti itulah balasan kaumnya.

Pembaca yang diberkahi Allah. Ingatkah haditls ini? “Sesungguhnya besarnya pahala itu berbanding lurus dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum. Dia akan menguji mereka. Siapa yang rida, baginya ridhaNya, namun siapa yang murka maka baginya kemurkaanNya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Selain itu juga ada pepatah “Semakin tinggi pohon, maka semakin tinggi pula angin yang menerpanya”. Maka dari itu, orang-orang yang Allah berikan sesuatu yang lebih daripada manusia pada umumnya, akan selalu menjumpai kejadian-kejadian yang berbeda pada umumnya, berupa ujian-ujian berat yang berbeda dengan orang-orang kebanyakan jumpai.

Semangatlah wahai engkau yang saat ini sedang memegang sesuatu yang mungkin berat sekali untuk dirimu. Sungguh, Allah itu memberikan amanah-amanah hanya pada orang-orang yang terpilih.

Engkau ini adalah tempat bersandar bagi orang-orang banyak. Bagaimana mungkin orang-orang itu bersandar jika pundakmu saja tak kuat?

LEAVE A REPLY