Direktur DDSE, Guntur Soebagja (kiri) dan ketua YDRR (kanan) Nasyith Majidi di panen padi perdana (foto: Romy)

ZNEWS.ID, SUKABUMI – Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Nasyith Majidi mengatakan program pengembangan pertanian (pangan) berbasis pesantren itu merupakan penerapan zakat produktif.

“Jadi yang dilakukan Dompet Dhuafa hari ini, salah satunya disini adalah penerapan yang namanya zakat produktif, jadi zakat itu tidak semuanya harus diserahkan habis,” ucapnya di selesai acara panen padi di desa Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/8).

Ia menambahkan, zakat produktif tersebut dapat memberikan impact sosial yang kebih besar. Misal contohnya hari ini dipakai untuk penanaman padi, besok ada keuntungan lgi kemudian ditananam lagi.

“Terus begitu, inilah zakat produktif yang dalam implementasi yang dilakukan dompet dhuafa utk program kemerdekaan pangan,” sambungnya.

Ketika ditanyakan apakah selain padi, Dompet Dhuafa punya program lainnya, Nasyith menjelaskan selain padi ada domba ternak kemudian perkebunan, kebun nanas, kopi,dan buah naga.

LEAVE A REPLY