
Secara umum, gejala campak dapat berupa demam, batuk pilek, mata berair, lalu disertai timbulnya bintik-bintik kemerahan di kulit. Biasanya muncul 2 sampai 4 hari setelah dari gejala awal.
Campak disebabkan oleh virus campak dan penularannya melalui droplet, percikan ludah saat batuk, bersin, bicara, atau bisa melalui cairan hidung. Karena campak ini salah satu penyakit yang sangat menular.
Ciri-Ciri Penderita
Menurut Kepala Staf Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Djatnika Setiabudi, munculnya wabah campak salah satunya dipengaruhi pandemi Covid-19.
Apa ciri-ciri dari penderita campak? Seseorang yang tertular campak akan mengalami fase gejala awal, seperti demam tinggi, batuk pilek, hingga mata merah. Fase ini merupakan fase yang paling mudah menularkan.
Penularan campak dilakukan tidak melalui sentuhan kulit, tetapi melalui percikan droplet di udara. Untuk itulah, Djatnika mendorong agar orang yang bergejala itu segera untuk berobat ke fasilitas kesehatan.
Bagi anak-anak yang terkena campak, sebaiknya diam di rumah. Sehingga, tidak menularkan ke orang lain. Jika anak yang sakit sudah bisa menggunakan masker, sebaiknya senantiasa bermasker selama masih menunjukkan gejala.
“Yang sehat juga perlu memakai masker, karena penularan campak melalui pernapasan,” jelasnya, dilansir dari indonesia.go.id.




























