Ilustrasi Faktor Risiko Infertilitas. (Foto: iStockphoto)

Usia juga memainkan peran penting pada kesuburan pria. Ketika mencapai usia antara 35 hingga 40 tahun, kualitas sperma dapat mengalami penurunan.

Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangat penting dalam menentukan waktu yang tepat untuk memulai memiliki anak.

3. Obesitas

Ilustrasi obesitas. (Foto: Unsplash)

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma dan sel telur, serta mengganggu produksi hormon dalam tubuh.

Obesitas juga berisiko menyebabkan komplikasi kesehatan selama kehamilan, seperti tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar gula darah pada wanita, serta impotensi pada pria.

Namun, risiko-risiko tersebut dapat dicegah dengan menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga.

Dengan menjaga berat badan yang seimbang dan mengadopsi gaya hidup yang aktif, kita dapat mengurangi risiko terjadinya masalah reproduksi dan kesehatan selama kehamilan.

4. Asupan Nutrisi

Ilustrasi makanan sehat. (Foto: Pexel)

Mengonsumsi makanan kemasan yang mengandung banyak pengawet buatan dapat berdampak negatif pada kualitas sperma dan sel telur karena bahan kimia yang terkandung dalam pengawet tersebut dapat membahayakan kesehatan tubuh, termasuk kesuburan.

LEAVE A REPLY