
Oleh: Mustika Rani (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Padang)
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS Ad-Dzariat: 59)
ZNEWS.ID JAKARTA – Sudah merupakan ketentuan Allah bahwa segala sesuatu yang ada di dunia memiliki pasangannya masing-masing. Siang berpasangan dengan malam, gelap berpasangan dengan terang, perempuan berpasangan dengan laki-laki.
Bukan hanya hal-hal besar, sesuatu yang kecil seperti atom pun memiliki pasangannya. Lalu, apakah yang terjadi ketika sesuatu kehilangan atau tidak memiliki pasangannya?
Tentulah dia akan berubah status menjadi (panggilan yang akrab didengar sekarang) jomblo atau dalam bahasa ilmiahnya, radikal bebas.
Radikal bebas merupakan kondisi di mana molekul memiliki elektron yang tidak berpasangan. Sesuai fitrahnya, sesuatu yang tidak memiliki pasangan akan cenderung mencari sesuatu untuk dijadikan pasangannya, itulah yang terjadi pada radikal bebas.
Elektron yang tidak berpasangan ini akan sangat reaktif dan tidak stabil sehingga dapat mengikat atau berikatan dengan elektron dari molekul yang lain. Dampaknya bagi manusia yaitu merusak sel-sel yang ada dalam tubuh sehingga tubuh menjadi menua bahkan mengalami penyakit akibat degradasi sel (seperti kanker dan tumor).
Salah satu sumber radikal bebas yang sering meracuni manusia adalah pangan. Zat kimia yang ada pada suatu bahan pangan akan sangat mudah terdegradasi dan berubah menjadi radikal bebas.
Penyebabnya dapat berasal dari penanganan yang salah pada bahan makanan. Bisa jadi karena cahaya, panas, kondisi asam-basa, oksidasi dan kondisi-kondisi lainnya.




























