
ZNEWS.ID JAKARTA – Kementerian Agama menyarankan bagi para jemaah haji laki-laki yang akan mengenakan kain ihram menggunakan sabuk atau ikat pinggang untuk memastikan kain ihram aman dan tidak lepas.
“Supaya kokoh dan kuat, kita pakai ikat pinggang, jadi tidak akan lepas,” kata Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Arsad Hidayat di Jakarta, dikutip dar Antara.
Arsad mempraktikkan cara pemakaian kain ihram agar nyaman saat melaksanakan tawaf dan sai terutama bagi laki-laki yang wajib memakai kain ihram saat umrah atau haji.
Pakaian ihram yang digunakan terdiri dari dua lembar kain berwarna putih yang tidak dijahit, satu lembar dipakai di bagian bawah, dibentangkan di belakang badan di atas pinggang dengan sisi kiri lebih panjang.
Kemudian, ujung sisi kanan disatukan dengan sisi kiri sepanjang lengan, sisa kain dilipat di bagian depan sehingga ketika melangkah bagian dalam kaki tidak terbuka.
Selanjutnya kain digulung seperti memakai kain sarung, sebaiknya sampai menutup pusar karena merupakan aurat laki-laki tapi tidak menutup mata kaki. Lalu, diikat dengan sabuk atau ikat pinggang.
Kain kedua disampirkan seperti selendang di bahu hingga ke depan badan, bagian kiri lebih pendek dibanding kanan. Ujung kiri kain diselipkan ke ikat pinggang. Kemudian, tubuh atas bagian kanan ditutup dengan kain sisi kanan.
“Diselipkan di ikat pinggang agar kain ihram tidak gampang jatuh, diikat sampai kencang,” katanya.




























