
Ternyata, waktu tersebut juga menjadi waktu yang dinantikan Allah untuk mendengar doa-doa kita.
سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
Artinya: “Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah)
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ
وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّه
Artinya: “Jika Nabi Muhammad SAW berbuka, ia berdoa: ‘Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah’ (Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insyaallah).” (HR Abu Dawud )
5. Antara Azan dan Ikamah
Berdoalah di antara waktu Azan dan Ikamah karena waktu tersebut adalah waktu yang mustajab terkabulnya doa. Di waktu itulah, Allah mendengar semua doa-doa kita.
اَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ
Artinya: “Doa di antara azan dan iqamah tidak tertolak.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad; sahih)




























