
ZNEWS.ID JAKARTA – Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Perhimpunan Organisasi Pasien (POP) TB Indonesia dan Organisasi Penyintas Tuberkulosis (OPT) Peta (Pejuang Tangguh) DKI Jakarta menggelar Pelatihan Pembuatan Telur Asin di Jakarta Timur, Jumat (30/9/2022).
Sebelumnya, Dompet Dhuafa bersama POP TB Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan ini di Bandung dan Tangerang Selatan. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya pemberdayaan dan penguatan ekonomi pasien atau keluarga pasien serta pendamping pasien TBC (Tuberkulosis) RO (Resisten Obat) dan SO (Sensitive Obat).
Pelatihan dihadiri oleh 15 orang peserta yang terdiri dari pasien TBC RO, keluarga, dan pendamping pasien TBC. Selain pelatihan, para peserta juga mendapatkan pembinaan hingga pemasaran dan modal sebagai stimulan usaha.
Modal yang diberikan berupa barang perlengkapan usaha telur asin dan 200 butir telur bebek untuk masing-masing peserta yang dibagi menjadi 2 termin.
Hadir pada kegiatan ini drg Agus Suprapto MKes, Deputi Koordinasi Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK; dr Nancy D Anggraeni MEpid, Asisten Deputi Pengendalian dan PenangulanganTBC Kemenko PMK; dan drg Martina Tirta Sari, Kepala Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa.

Hadir pula Khoirul Anas, Koordinator Program dan MEL SRT POP TB Indonesia; Ully Ulwiyah, Ketua OPT Peta DKI Jakarta; dan Elizabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DKI Jakarta.
Deputi Koordinasi Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, drg Agus Suprapto MKes, memberikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa dan POP TB Indonesia yang telah menyelenggarakan pelatihan dan pembuatan telur asin hari ini.
Menurutnya, ini bisa menjadi langkah untuk dapat membangkitkan sumber daya yang ada dan mampu mendukung program JakPreneur.
“Harapannya yang pertama bahwa ada kemampuan intangible yaitu kemauan. Mereka tidak down di posisi yang tidak bagus, mampu mengatasi situasi dengan beberapa kegiatan ekonomi penderita TB. Yang kedua, dapat memancing mitra-mitra lain untuk menggerakkan pasien TB seperti saat ini,” terang Agus.


























