
ZNEWS.ID, DUBAI – Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keinginannya sebagai sebuah “perisakan,” atau berharap menghadapi sanksi-sanksi itu sendiri. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif Sabtu (19/9/2020) waktu setempat.
Secara terpisah kepala Garda Revolusioner elite menolak sebagai satu “gertakan” setiap kemungkinan konflik militer dengan AS.
Hal itu terkait dengan rencana Presiden AS Donald Trump yang akan mengeluarkan perintah eksekutif yang memungkinkannya menerapkan sanksi AS kepada siapa pun yang melanggar embargo senjata kepada Iran.
Sanksi itu sediri akan habis masa berlakunya pada Oktober mendatang. Namun pemerintahan Trump mengatakan pada Sabtu semua sanksi pada Iran harus dipulihkan dan embargo senjata konvensional tak lagi kedaluwarsa pada pertengahan Oktober.
“Orang-orang Amerika biasanya bertindak sebagai perisak dan menerapkan sanksi…Masyarakat dunia harus memutuskan cara menghadapi perisakan,” kata Zarif kepada televisi negara Iran beberapa jam sebelum langkah AS berusaha memulihkan sanksi PBB terhadap Iran.
“Karena mereka (negara-negara lain) akan menghadapi hal yang sama besok ketika Amerika mengambil tindakan yang sama terhadap proyek Nord Stream, juga proyek-proyek lain karena perisak akan terus bertindak sebagai perisak jika dia dibiarkan melakukannya sekali,” kata Zarif.
AS dan banyak negara Eropa menentang pemasangan pipa Nord Stream2, yang mereka katakan akan meningkatkan ketergantungan Eropa pada gas Rusia.





























