DD Jabar mendistribusikan 3.294 daging kurban kepada dhuafa yang tersebar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat di hari pertama kurban. (Foto: DD Jabar)

ZNEWS.ID BANDUNG — Di hari pertama kurban, Dompet Dhuafa Jawa Barat (DD Jabar) melaksanakan penyembelihan 61 ekor hewan kurban berupa domba di dua titik pemotongan. Yakni, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2020).

Daging hewan kurban yang disembelih kemudian didistribusikan kepada 3.294 dhuafa yang tersebar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Selain mendapatkan daging kurban, para penerima manfaat program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Jabar di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat juga mendapatkan tambahan beberapa sayuran.

Sayuran tersebut berasal dari hasil garapan para petani program Desa Tani Dompet Dhuafa Jabar di Desa Cibodas. Para petani tersebut seakan tak mau ketinggalan untuk berbagi di momen Iduladha ini.

Mereka menyedekahkan hasil taninya ke dalam bingkisan daging kurban. Paket sayuran berisi tomat, brokoli, sawi putih, dan cabe rawit tersebut dibagikan bersama dengan daging kurban menggunakan bongsang.

Dompet Dhuafa Jabar menggunakan bongsang, wadah berbentuk keranjang yang terbuat dari serat bambu dalam distribusi paket daging kurban untuk masyarakat. (Foto: DD Jabar)

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jabar, Andriansyah, menjelaskan bahwa hingga hari pertama kurban di Hari Raya Iduladha tahun ini, Dompet Dhuafa Jabar sudah berhasil menghimpun sebanyak 300 ekor hewan kurban.

Jumlah ini masih akan terus bertambah karena Dompet Dhuafa Jabar masih menerima transaksi kurban hingga Hari Tasyrik kedua, yakni Minggu, (2/8/2020).

“Tahun ini kami menargetkan distribusi daging kurban kepada warga dhuafa di 64 titik di seluruh pelosok Jawa Barat,” ujar Andriansyah.

Lebih lanjut, Andriansyah mengatakan bahwa dalam distribusi paket daging kurban untuk masyarakat, Dompet Dhuafa Jabar mencoba menerapkan kemasan ramah lingkungan seperti tahun sebelumnya. Yaitu, menggunakan bongsang, wadah berbentuk keranjang yang terbuat dari serat bambu.

“Selain penyediaannya yang murah dan terjangkau, tentu kemasan dengan bahan alami sangat baik untuk lingkungan. Berbanding terbalik jika masih menggunakan plastik atau bahan-bahan lainnya yang sulit terurai oleh bumi,” terang Andriansyah.

Oleh: Arahmat Jatnika

LEAVE A REPLY