Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin melakukan telekonferensi pers dari Rumah Dinas Wapres Jakarta, Selasa (24/3/2020). (Foto:ANTARA/HO-Asdep Komunikasi dan Informasi Publik Setwapres)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Pandemi COVID-19 berdampak tak hanya bagi Indonesia, melainkan dunia. Kini, semua pihak dan tatanan mulai diajak untuk masuk ke era normal baru (new normal). Salah satunya Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) yang juga harus turut beradaptasi dengan hal ini.

Untuk pertama kalinya LPPOM MUI menyelenggarakan Halalbihalal LPPOM MUI 1441 H bertema Modified on Zoom Silaturahmi Eid Al Mubarak (Moszarela) yang dilakukan secara virtual. Hal ini sesuai dengan kondisi era normal baru. Hadir dalam acara ini Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. DR. (HC) KH. Ma’ruf Amin dan Wakil Menteri Agama RI, H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si.

Selain itu, juga hadir Sekretaris Jendral MUI, Dr. H. Anwar Abbas, MM, M.Ag; Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Fatwa, Drs. H. Sholahudin Al-Ayubi, M.Si.; serta segenap Dewan Pengawas, Direktur dan keluarga besar LPPOM MUI Pusat dan Provinsi.

Ma’ruf Amin menyampaikan rasa syukurnya atas upaya-upaya LPPOM MUI yang telah berkontribusi dalam menguatkan sertifikasi halal di dunia, khususnya Indonesia. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama sertifikasi halal adalah menjaga umat dari mengonsumsi makan dan minuman yang tidak halal.

“Upaya yang telah kita lakukan melingkupi internasional. Kita yang mulai menggabungkan antara fatwa ulama dengan penelitian, antara fatwa dengan audit. Itulah yang membuat lembaga-lembaga sertifikasi halal dunia, apabila ingin memperoleh pengakuan MUI harus memiliki dua hal, yakni lembaga audit dan ulama,” papar Ma’ruf Amin.

Ia melanjutkan, bagi lembaga halal dunia yang belum memiliki lembaga fatwa, maka fatwanya dapat menginduk ke MUI. Selain itu, standar sertifikasi halal LPPOM MUI juga telah mendunia. Hal ini karena lembaga sertifikasi halal luar negeri perlu mengadopsi standar LPPOM MUI agar dapat diakui oleh MUI. Kini, sudah ada 45 lembaga sertifikasi halal dunia yang mengikuti standar MUI.

“Artinya, kita sudah menyebarkan cara kerja dan upaya sertifikasi halal menjadi sistem global. Ini menjadi sunah hasanah, yang diberi ganjaran pahala sampai kiamat, sepanjang sistem sertifikasi halal diberlakukan di dunia ini,” kata Ma’ruf Amin.

Ia menambahkan, yang menjadi tugas selanjutnya adalah mendorong industri halal di Indonesia, karena potensinya besar. Sayangnya, sampai saat ini, produsen halal terbesar masih dikantongi oleh Brazil, kemudian Australia. Ma’ruf Amin mengharapkan, pertemuan virtual dalam forum Halal bi Halal LPPOM MUI ini mempererat persaudaraan dan menguatkan semangat dalam membangun keumatan dan penerapan syariah dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

LEAVE A REPLY