Ilustrasi. (Foto: zakat.or.id)

Maka, kita percaya bahwa manusia itu berasal dari sari pati tanah, bertumbuh dari tanah dan kembali ke tanah. Namun, ilmu sains menyebutkan bahwa manusia tercipta dari sperma dan sel telur. Terlihat seperti ada ilmu yang berbeda dari dua sumber tersebut (kitab suci dan sains).

Padahal, jika dimaknai lebih dalam, akan muncul 1 makna yang sama; Manusia tercipta dari sari pati tanah. Mengapa demikian? Karena manusia memerlukan makanan dan minuman untuk bertumbuh dan berkembang biak. Makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia, dapat berupa tumbuhan dan hewan (baik darat, ataupun air).

Tumbuhan dan hewan yang dimakan manusia juga memerlukan makanan untuk tumbuh. Tumbuhan memerlukan unsur hara agar bisa berbuah dan sebagainya. Hewan juga memerlukan makanan yang berasal dari tumbuhan. Semua saling berhubungan.

Jika tidak ada unsur hara yang berasal dari sari pati tanah, maka tidak akan ada tumbuhan yang dimakan oleh hewan dan manusia. Jika tidak ada tumbuhan maka tidak akan ada hewan sebagai makanan manusia.

Intinya, tanpa unsur hara yang berasal dari sari pati tanah tidak akan ada tumbuhan hewan dan manusia. Maka tepatlah sudah jika kita meyakini bahwa manusia memang tercipta dari sari pati tanah, karena semua makanan dan minuman manusia mengandung sari pati tanah.

Dalam tubuh manusia, sari pati tanah itu ada, bahkan pada sperma dan sel telur pun akan ada unsur dari sari pati tanah. Sari pati tanah yang ada di sperma dan sel telur inilah yang akan menjadi cikal bakal manusia baru.

Karena hakikatnya manusia tercipta dari sesuatu yang berada di bawah, yaitu tanah, maka tidak sepatutnya manusia bersombong ria atau bahkan merendahkan sesama makhluk hidup. Manusia yang sadar betul bahwa dirinya adalah mahkluk yang hina dan merupakan tempat salah dan lupa adalah manusia yang dapat memanusiakan manusia lainnya.

Ini yang pertama, pencarian upaya penyempurnaan manusia, dengan segala keterbatasannya. Kedua adalah pemahaman tugas manusia setelah diciptakan. Penciptaan manusia bukan tanpa tujuan, ada tujuan tertentu di dalamnya. QS Adz-Dzaariyat ayat 56 menerangkan tentang ini, bahwa “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

LEAVE A REPLY