Ilustrasi Haji Ramah Lansia, Catatan Perjalanan Haji 1444 H. (Foto: Kemenag/MCH 2022)

Dalam Haji Ramah Lansia, kita menyaksikan dan menjadi bagian dari karakter bangsa Indonesia yang kaya empati dan senang melayani sesama yang menyatu dalam spiritualitas pengabdian kepada Allah melalui pelayanan kepada para tamuNya.

Spiritualitas ketuhanan yang terbangun dari khidmah kemanusiaan. Ibadah kepada Allah melalui bakti kepada orang tua. Sungguh, khidmah yang sempurna.

Tak berlebihan jika berulangkali Amirul Haj Gus Men memberikan apresiasi tulus yang disampaikan dari hati hingga suaranya terdengar bergetar. Para petugas haji telah melakukan hal-hal yang melampaui kewajibannya untuk para lansia.

Semua itu tentu karena dorongan rahmah dan cinta sesama yang berpadu dengan cinta dan harapan akan rahmah serta cinta dari Sang Mahacinta, Allah SWT.

Beberapa catatan memang penting diperhatikan untuk pelaksanaan haji tahun-tahun mendatang. Misalnya terkait istitha’ah yang dikaitkan dengan badal haji. Atau tentang pendamping. Banyak hal yang perlu dilakukan dan dikaji karena kecenderungan jemaah haji lansia akan membesar dari tahun ke tahun.

Apapun kebijakan haji tahun mendatang yang dibuat berdasarkan pengalaman dan evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini, semuanya tidak dapat menganulir fakta bahwa tahun 2023 adalah tahun pertama di mana lansia menjadi tema, subyek, dan sekaligus perspektif penyelenggaraan dan pelayanan ibadah haji yang terintegrasikan dalam kebijakan dan tindakan lapangan.

Sejarah haji Indonesia layak mencatat bahwa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas adalah orang pertama yang menginstitusionalisasikan ramah lansia ke dalam kebijakan dan penyelenggaraan haji Indonesia.

Ke depan, Haji Ramah Lansia kita harapkan menjadi spiritualitas dan komitmen yang terus terjaga dan mewujud dalam kebijakan haji Indonesia, tampak adanya dalam struktur dan SDM penyelenggaranya, hingga menjadi budaya seluruh jemaah hajinya.

Dan, di Tanah Air sendiri, Ramah Lansia menjadi akhlak bangsa yang menghormati dan berbakti kepada orang tua dan setiap manusia lanjut usia, sebagai wujud kemabruran kolektif dari haji itu sendiri. Semoga.

Sumber: Kemenag

LEAVE A REPLY