
Belum Ada Aktivitas Gempa Susulan
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan belum mendeteksi gempa susulan sampai dengan pukul 17.20 WIB.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan bahwa memerhatikan lokasi episenter di darat wilayah Mekarmukti, Garut pada kedalaman 109 kilometer merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia (intraslab).
Sementara hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
“Hingga pukul 17.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock),” kata Daryono.
BMKG sebelumnya mengumumkan bahwa gempa itu memiliki kekuatan M 6,4 sebelum akhirnya diperbarui menjadi M 6,1.
Gempa itu dirasakan di wilayah Garut dengan skala intensitas IV MMI yang dirasakan oleh orang banyak. Sementara wilayah Kopo, Kalapanunggal, Sumur, Ciamis, Tasikmalaya merasakan getaran dengan skala III MMI yang dirasakan nyata di dalam rumah seakan truk berlalu.
Sumedang, Lembang, Pamoyanan, Panimbang, Cikeusik, Labuan, Purworejo, Bantul, Kulonprogo merasakan guncangan dengan skala intensitas II-III MMI atau dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.























