
ZNEWS.ID, JAKARTA – Beberapa negara Eropa kembali mempertimbangkan pembatasan baru untuk menahan lonjakan kasus yang memuncak ke titik kritis. Namun di lain pihak, mereka juga mengkhatirkan langkah tersebut akan memukul ekonomi di kawasan yang sudah rapuh.
Eropa menjadi titik panas pandemi global setelah negara-negara seperti Spanyol dan Ukraina mencatat peningkatan rekor dalam beberapa hari terakhir. Pihak berwenang sedang merancang pembatasan untuk memperlambat penyebaran sambil menimbang dampak ekonomi dan kekhawatiran publik.
Dulansir Bloomberg, Senin (12/10/2020), Kanselir Jerman Angela Merkel memimpin pertemuan tingkat kabinet hari ini yang membahas aturan baru mulai dari pengujian di panti jompo hingga isolasi wisatawan dari area yang berisiko.
Pada Jumat pekan lalu dia memperingatkan bahwa negara tersebut tengah berada momen penting yang akan menentukan apakah dapat mengendalikan pandemi atau tidak.
Seperti negara lain, Jerman berfokus pada pembatasan lokal daripada penguncian nasional. Merkel bertemu dengan walikota 11 kota terbesar di Jerman minggu lalu dan menyetujui ambang batas umum yang akan memicu pembatasan yang lebih ketat. Dia akan membahas langkah selanjutnya dengan para pemimpin negara bagian pada Rabu.
Para pemimpin di negara lain mendesak warga yang lelah dengan pandemi untuk mematuhi aturan. Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari penguncian umum lainnya.
Prancis menambahkan Toulouse dan Montpellier ke daftar kota yang ditempatkan dengan kewaspadaan maksimum. Itu berarti bar, kasino, dan pameran akan ditutup, sementara restoran, bioskop, dan museum harus mematuhi aturan kesehatan yang lebih ketat. Infeksi di negara itu melonjak hampir 27.000 pada Sabtu.





























