Jakarta, ZNews.id — Harga perak murni di pasar domestik kembali mencetak rekor. Perak batangan yang dipasarkan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) pada Senin, 26 Januari 2026, naik dan bertahan di level Rp65.600 per gram, menandai all time high (ATH) terbaru.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang sudah terjadi sejak akhir pekan lalu. Sebelumnya, pada Sabtu, 24 Januari 2026, harga perak Antam melonjak Rp3.650 menjadi Rp64.250 per gram. Penguatan beruntun tersebut menunjukkan meningkatnya minat pasar terhadap logam mulia non-emas di tengah dinamika global.
Rincian Harga Perak Batangan Antam
Mengacu pada data resmi Logam Mulia, berikut daftar harga perak batangan Antam hari ini:
- Perak 1 gram: Rp65.600
- Perak 250 gram: Rp16.800.000 (Dengan PPN 11%: Rp18.648.000)
- Perak 500 gram: Rp32.000.000 (Dengan PPN 11%: Rp36.408.000)
Harga tersebut berlaku untuk transaksi di jaringan resmi Antam dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.
Harga Perak Heritage
Selain perak batangan reguler, Antam juga memasarkan produk perak heritage dengan ukuran tertentu. Berikut daftarnya:
- Perak 31,1 gram: Rp2.588.014 (Dengan PPN 11%: Rp2.872.696)
- Perak 186,6 gram: Rp14.406.256 (Dengan PPN 11%: Rp15.990.994)
Produk heritage umumnya diburu kolektor maupun investor yang mencari nilai tambah dari sisi desain dan eksklusivitas.
Sejalan dengan Kenaikan Harga Global
Penguatan harga perak di dalam negeri sejalan dengan lonjakan harga perak dunia. Berdasarkan data Investing.com, harga perak global saat ini bergerak di kisaran USD 103 hingga USD 108 per ons, yang juga mencerminkan level tertinggi sepanjang sejarah.
Secara lebih spesifik, kontrak perak berjangka Maret 2026 (SIH6) tercatat di level USD 107,895 per ons pada pukul 11.19 WIB, dengan kenaikan harian mencapai 6,48 persen. Posisi ini menegaskan bahwa perak sedang diperdagangkan di zona harga tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Faktor Pendorong Pergerakan Harga
Sejumlah faktor dinilai memengaruhi lonjakan harga perak, antara lain:
- Rebalancing indeks global yang meningkatkan permintaan komoditas logam
- Ketidakpastian pasokan dan permintaan global
- Minat investor terhadap aset lindung nilai alternatif di luar emas
Dengan volatilitas yang masih tinggi, harga perak berpotensi terus bergerak dinamis mengikuti kontrak berjangka dan sentimen pasar internasional.
Bagi investor, kenaikan harga ini menjadi sinyal kuat meningkatnya daya tarik perak sebagai instrumen investasi. Namun, pelaku pasar tetap disarankan mencermati risiko fluktuasi harga sebelum mengambil keputusan transaksi.





























